|
THE NEXT GENERATION BIOFUELS
|
|
01-29-2010, 04:21 PM
(This post was last modified: 01-29-2010 07:36 PM by ari.dwijayanti.)
Post: #1
|
|||
|
|||
|
THE NEXT GENERATION BIOUELS Kebutuhan akan bahan bakar fosil yang tiap tahunnya meningkat dan keterbatasan bahan bakar fosil menyebabkan para ahli berpikir ulang tentang suatu bahan bakar pengganti fossil fuel yang nantinya akan dapat memenuhi kebutuhan umat manusia. Suatu teknologi dikembangkan untuk mengatasi hal ini. Salah satunya dengan menggunakan bahan bakar pengganti fossil fuel berbahan dasar hayati yang pada dasarnya bisa diperbaharui. Bahan bakar yang berasal dari sumber hayati biasa disebut dengan biofuel. Biofuel dapat dihasilkan dari tanaman seperti jagung, gandum, tebu, dan sejenisnya untuk selanjutnya dilakukan proses fermentasi untuk mendapatkan etanol. Namun, beberapa kontrovesi muncul sebagai dampak dari pemanfaatan teknologi yang disebut the first generation biofuels ini jika benar-benar diterapkan nantinya. Diantaranya isu tentang kenaikan harga pangan, berkurangnya luas hutan, dan dampak biodiversitas lainnya. Maka, dicari suatu alternatif pemecahan masalah ini dengan memanfaatkan biomassa yang bukan merupakan sumber makanan manusia. Teknologi ini dikenal dengan the second generation biofuels. The second generation biofuels menggunakan sisa sisa bagian tumbuhan seperti batang, daun, akar, sampah , serta jenis tumbuhan yang tidak berhubungan dengan sumber makanan manusia. Tujuan dari diterapkannya metode ini adalah untuk menghasilkan lebih banyak biofuel dari biomassa dan bahan-bahan limbah industri seperti limbah pengepresan buah. Sehingga di kemudian hari tidak akan ada kontroversi terutama mengenai kenaikan harga pangan karena bersaing dengan pemenuhan kebutuhan pangan manusia. Permasalahan yang dihadapi oleh the second generation biofuels adalah mengekstrak gula dari biomassa yang berserat dan berkayu yang terkunci dalam lignin dan selulosa. Lignocellulosic ethanol dapat diekstrak dengan menambahkan enzim pengurai selulosa, pemanasan, dan berbagai perlakuan. Ekstrak gula yang diambil dalam bentuk Lignocellulosic ethanol yang kemudian akan difermentasi seperti pada pengolahan bioetanol biasa dan menghasilkan hasil samping berupa lignin. Lignin selanjutnya akan dibakar sebagai bahan bakar karbon netral yang akan menghasilkan energi. Untuk mengatasi berbagai kendala dalam pemproduksian bioetanol, di beberapa negara mulai mencari alternatif sumber bioetanol lainnya beserta teknologi yang telah dikembangkan, misalnya : 1. Menggunakan limbah minyak goreng. Beberapa biofuel telah menggunakan limbah minyak goreng sebagai bahan baku dalam memproduksi biofuel, misalnya Biodiesel New Zealand, China Biodiesel, dan lain-lain. 2. Memanfaatkan limbah minyak sayur, yang dilakukan oleh perusahaan Malaysia, Intrack Technology. 3. Sampah plastic, seperti yang dilakukan oleh perusahaan Malaysia, Greenbase Utama. 4. Pemanfaatan tanaman penghasil biofuel non konsumsi, misalnya jarak. 5. Penggunaan teknologi untuk meningkatkan produksi Lignocellulosic ethanol yang telah dikembangkan di pusat penelitian Matrix di Praj Industries. 6. Pemanfaatan alga yang dikenal sebagai the third generation biofuels. Dari the third generation biofuels ini, didapatkan biofuel yang di klaim mampu memberikan energi 30 kali lebih banyak dibanding pemanfaatan tanaman sumber biofuel lainnya dalam luas area yang sama. |
|||
|
« Next Oldest | Next Newest »
|

Search
Member List
Calendar
Help


